Spider

Photo By : Boworaharjo.

Fashion

Photo By : Boworaharjo.

Semerak Sumpah Pemuda

Photo By : Boworaharjo.

Snap Photography

Snap Photography Tour.

Snap Photography Gunadarma

Ajangnya silahturahmi SNAP Photography With KDP.

Minggu, 17 Juni 2012

Algoritma Sorting (Insertion Sort)

Algoritma Sorting


 Sorting adalah proses menyusun elemen – elemen dengan tata urut tertentu dan proses tersebut terimplementasi dalam bermacam aplikasi. Kita ambil contoh pada aplikasi perbankan. Aplikasi tersebut mampu menampilkan daftar account yang aktif.

Hampir seluruh pengguna pada sistem akan memilih tampilan daftar berurutan secara ascending demi kenyamanan dalam penelusuran data.

Beberapa macam algoritma sorting telah dibuat karena proses tersebut sangat mendasar dan sering digunakan. Oleh karena itu, pemahaman atas algoritma – algoritma yang ada sangatlah berguna.

Setelah menyelesaikan pembahasan pada bagian ini, anda diharapkan mampu :
1. Memahami dan menjelaskan algoritma dari insertion sort, selection sort,  merge sort dan quick sort.
2. Membuat implementasi pribadi menggunakan algoritma yang ada

Insertion Sort
Salah satu algoritma sorting yang paling sederhana adalah insertion sort. Ide dari algoritma ini dapat dianalogikan seperti mengurutkan kartu. Penjelasan berikut ini menerangkan bagaimana algoritma insertion sort bekerja dalam pengurutan kartu. Anggaplah anda ingin mengurutkan satu set kartu dari kartu yang bernilai paling kecil hingga yang paling besar. Seluruh kartu diletakkan pada meja, sebutlah meja ini sebagai meja pertama, disusun dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Kemudian kita mempunyai meja yang lain, meja kedua, dimana kartu yang diurutkan akan diletakkan. Ambil kartu pertama yang terletak pada pojok kiri atas meja pertama dan letakkan pada meja kedua. Ambil kartu kedua dari meja pertama, bandingkan
dengan kartu yang berada pada meja kedua, kemudian letakkan pada urutan yang sesuai setelah perbandingan. Proses tersebut akan berlangsung hingga seluruh kartu pada meja pertama telah diletakkan berurutan pada meja kedua.

Algoritma insertion sort pada dasarnya memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan (meja pertama) dan yang sudah diurutkan (meja kedua). Elemen pertama diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakkan sesuai posisinya pada bagian lain dari array yang telah diurutkan. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan.

Contoh :
data

1st Pass

2nd Pass

3rd Pass

4th Pass

Mango
Mango
Apple
Apple
Apple
Apple
Apple
Mango
Mango
Banana
Peach
Peach
Peach
Orange
Mango
Orange
Orange
Orange
Peach
Orange
Banana
Banana
Banana
Banana
Peach
Gambar 1.1.2: Contoh insertion sort

Pada akhir modul ini, anda akan diminta untuk membuat implementasi bermacam algoritma sorting yang akan dibahas pada bagian ini.

Rabu, 13 Juni 2012

Tugas Mesin ATM










 Tugas Mesin makanan 

SEL SURYA AUTOMATIS




Ketika sensor cahaya mendapatkan cahaya, sensor mengirimkan data ke mikrokontroler, lalu dengan mikrokontroler untuk mengatur pergerakan motor sesuai dengan keberadaan cahaya.  Motor akan memutar sel surya sesuai dengan keberadaan cahaya matahari.
Dari sel surya  energi yang didapat lalu di kontrol oleh kontroler untuk menghubungkan batrai dengan inverter.  Lalu daya dari batrai beberapa masuk ke mikrokontroler dan motor untuk daya mikrokontroler dan motor.  Dan sisanya daya di kirim ke inverter untuk merubah dari DC menjadi AC.  Lalu daya yang di hasilkan dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Selasa, 24 April 2012

MENGGERAKKAN MOTOR SERVO AC


#include
// Timer 0 overflow interrupt service routine
unsigned int x,m_1;
interrupt [TIM0_OVF] void timer0_ovf_isr(void)
{
// Place your code here
x++;
 if(x==938)        { x=0; }
 else
 {
 if  (x <= m_1)  { PORTB.1=1; }
 else            { PORTB.1=0; }
 }
}
while (1)
 {
 // Place your code here
 m_1=46;
 delay_ms(500);
 m_1=94;
 delay_ms(500);
};
}

Jadi untuk pemberian nilai masukan pada motor servo harus sesuai dengan perhitungan 1 ms untuk putaran servo full ke kiri, 1,5 ms untuk posisi di tengah, dan 2 ms untuk posisi full kanan.

Minggu, 01 April 2012

Pameran SNAP Photography Angkatan 20

        


Snap Photography Gunadarma Proudly Present’ pameran foto Snap angkatan 20 yang berlangsung dari tangal 12-14 maret 2012 @ kampus E Universitas Gunadarma, dan 15-16 Maret 2012 @ Kampus J Universitas Gunadarma. Pameran Snap ini mengambil tema ''MEREKAM'' karena  temanya mencakup semuanya usul dari sang pameris Okha, & (Azwar si ketua acara). karena kita pameran angkatan jadi kita semua mencari tema yang pas untuk semua kategori di fotografi, selain itu snap photography 20 memunculkan ide2 yang cemerlang’ salah satu seorang pameris di pameran foto merekam ingin sekali pameran angkatan 20 ini menjadi pameran yang berbeda dari sebelum2nya, karena kita bertempatan di area parker Kampus E Universitas Gunadarma dan berkerja sama dengan UKM di Universitas Gunadarma, dan Workshp kecil-kecilan Kamera Lubang Jarum di hari terakhir pameran foto di Kampus E Universitas Gunadarma, serta berkerjasama dengan seponsor baik itu media partner maupun seponsor-sponsor yang  sebidang denganan fotografi itu sendiri. 

Pameran snap angkatan 20 terdiri dari 16 pameris : Azwar, Bowo, Okha, Kenny, Oskar, Aldy, Arab, Ichan, Starki, bella, Mirna, Uthi, Popy, Mira, Bimby, Didi. dan masing-masing pameris menyumbang 3 karya untuk dipamerkan dari berbagai daerah di indonesia untuk dijadikan suatu objeknya serta pameran kali ini ada beragam katagori' baik itu landscape, Jurnalis, Arsitek, Stag, Human Interest, Style Life, serta foto Animal.



Serta pameran foto snap photography gunadarma kali ini juga disertai dengan worksop dan perlombaan pemotreatan model yang hadiahnya jutan rupiah, dengan tema Worksop sendiri adalah Basic Laighting, dengan pembicara Ferry Ardianto dari fotografer profesional, serta dihadiri lebih dari 150 peserta workshop dan lebih dari 100 orang peserta lomba. 

Semua pameris mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Allah S.W.T, serta Universitas Gunadarma, & semua UKM yang turut memeriahkan pameran SNAP Angkatan 20, serta seluruh Sponsor yang telah bersedia berkerjasama dengan acara pameran angkatan 20,  Andra Pratama (selaku ketua snap photography unuversitas gunadarma) Thx buat saran2nya dan masukannya n tengkyu juga buat nyokapnya andra yang telah menyediakan snack di hari ke 2 pas acara pameran, Taki Takim yang telah bersedia menjadi kameramen n Thx buat video dokumenternya, serta makasih kepada semua-muanya.

16 Pameris Snap Photography Angkatan 20 ''MEREKAM''

Snap & sponsor beserta pemenag lomba Basic Lighting
Snap Photography & Teman-teman KLJ n BauTanah
Snap Photography (Universitas Gunadarma)

Snap Photography With G.S.O.C Gunadarma


Kamis, 15 Maret 2012

teknik sorting dan searching

Sorting
Dalam penyelesaian suatu masalah pasti terdapat banyak cara atau solusi-solusi yang dapat dilakukan, seperti halnya pembuatan program memiliki banyak tehnik atau algoritma yang dapat di gunakan salah satunya untuk kebutuhan SORTING atau PENGURUTAN kumpulan data-data. terdapat 4 algoritma atau tehnik dalam melakukan sorting.
  • Straight Selection Sort. teknik sorting ini dibuat dengan cara melakukan pengecek’an 1 persatu, bila kita akan mengurutkan secara ascending maka kita lakukan pengecek’an nilai tempat yang pertama (index pertama pada array) bila lebih kecil daripada index berikutnya (index 1 dengan index 2, index 1 dengan index 3, ….. index 1 dengan index terakhi) maka kita lakukan pertukaran nilai pada array index tersebut. proses ini dilakukan terus menerus sampai pada pengecekan index terakhir – 1 dengan nidex terakhir.
  • Selection Sort.Teknik sorting ini dibuat dengan cara melakukan pengecek’an 1 persatu, bila kita akan mengurutkan secara ascending maka kita lakukan pengecek’an nilai tempat yang pertama (index pertama pada array)kita bandingkan dengan semua nilai yang ada kita cari nilai minimalnya. lalu simpan index/ letak nilai minimum itu di temukan, setelah pengecekan selesai tukar index awal pengecekan dengan nilai minimum yang telah di simpan tadi. Proses ini dilakukan terus menerus sampai pada pengecekan index terakhir min 1 dengan index terakhir. beda dengan streith selection sort adalah dengan teknik ini melakukan pertukaran nilai lebih sedikit, hanya jumlah data – 1 pertukaran. jadi waktu untuk melakukan proses sorting lebih cepat.
  • Bubble Sort. Teknik ini dilakukan degan pola membawa nilai terbesar menjadi nilai index terakhir array. jadi sistem ini melakukan pengecekan nilai 1 dengan 2, lalu 2 dengan 3 samapai dengan data terakhir, bila nilai index yang lebih kecil lebih besar maka akan dilakukan pertukaran. proses ini dilakuan hingga jumlah data – 1.
  • Modified Bubble Sort. Teknik ini dilakukan degan pola membawa nilai terbesar menjadi nilai index terakhir array. Jadi sistem ini melakukan pengecekan nilai 1 dengan 2, lalu 2 dengan 3 samapai dengan data terakhir, bila nilai index yang lebih kecil lebih besar maka akan dilakukan pertukaran. proses ini dilakuan hingga jumlah data dikurangi 1 atau sampai program tidak melakukan pertukaran. jadi waktu untuk melakukan proses sorting lebih cepat.


Searching
Dalam pencarian data juga terdapat beberapa jenis algoritma, tujuan dari adanya banyak algoritma yang di temukan adalah karena memiliki keuntungan-keuntungan tersendiri, seperti lebih cepatnya bila mengolah data yang jumlahnya lebih dari juta data, ada yang lebih efisien dengan jumlah kurang dari jutaan. serta ada pula yang tidak perlu untuk mengurutkan data terlebih dahulu, tetapi memakan waktu lebih lama.
  • Line Search. teknik searching ini dibuat dengan cara melakukan pengecek’an 1 persatu, yaitu antara data yang di cari dengan kumpulan data yang di miliki, Keuntungan metode ini adalah kita tidak perlu mengurutkan data yang ada, bila mencari data pada kumpulan data yang tidak urut hanya terdapat metode ini yang dapat di lakukan.
  • Binnary Search. teknik ini hanya dapat digunakan hanya pada kumpulan data yang sudah di urutkan, karena teknik ini melakukan pencarian dengan mencari data pada index yang tengah, apakah lebih besar/lebih kecil/sama dengan. bila hasil sama dengan maka nilai yang di cari telah di temukan. bila lebih kecil/lebih besar maka akan di buang setengah data dari yang salah, dan mencari dari indeks yang tengah dari sisanya. demikian samapi data ditemukan atau tidak di temukan.
  • Fibonachi Search. Teknik ini hanya dapat digunakan hanya pada kumpulan data yang sudah di urutkan, karena teknik ini melakukan pencarian dengan mencari data melalui pola bilangan fibonachi. Bila pada binnary search pembandingnya adalah nilai pada index tengahnya jumlah data, pada fibonachi search berbeda yaitu: bilangan fibonachi, yang bilangan fibonachinya terdekat dengan jumlah data tetapi tidak lebih besar dari jumlah data yang akan di proses. Bilangan fibonachi itu di jumlahkan dengan batas paling awal data dikurangi 1. Contohnya: jumlah data yang akan di cari adalah 15, maka batas paling bawah adalah 1 dan batas paling akhir=15 dan index pembandingnya= 13(nilai awal + dijumlahkan Bilangan fibonachi – 1) karena bilangan fibonachi terdekat dengan 15 (data ke 1- data ke 15) adalah 13 (1,2,3,5,8,13,21,34…..), bila data yang di cari lebih besar dari bilangan indeks ke tengahnya maka. batas paling bawah= tetap, batas akhir nilai tengah-1, bila data yang dicari lebih kecil maka batas bawah = nilai tengah +1 dan batas akhir tetap, sedangkan nilai tengahnya memakai fungsi tadi.

spanning tree dan penerapannya di dalam kehidupan sehari2 terutama pada bidang teknik elektro.

Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, adalah : bagian dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Loop terjadi bila ada route/jalur alternative di antara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) di antara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.
Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree mengubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.

PENERAPAN ALGORITMA SEMUT UNTUK PERMASALAHAN SPANNING TREE PADA KASUS PEMASANGAN JARINGAN KABEL TELEPON

PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan masyarakat yakni menyediakan kebutuhan komunikasi. Kebutuhan komunikasi saat ini sangat penting artinya bagi masyarakat. Peningkatan pelayanan pemasangan kabel telepon sangat menentukan dalam peningkatan konsumen.
Algritma Semut merupakan salah satu algoritma sistem cerdas yang belum banyak diterapkan terutama dalam kasus minimum spanning tree. Penyelesaian kasus dengan Algritma Semutini didasarkan pada tingkah laku semut dalam memperoleh makanan dengan memilih lintasan terpendek. Ciri pengolahan data dengan Algoritma Semut ini permaasalahan yang harus mempunyai siklus tertutup yang artinya node awal semut berangakat juga merupakan node akhir semut kembali.
Pemasanagn kabel telepon yang dgunakan oleh PT. Telkom sebelumnya adalah pemasangan dengan menggunakan rute terpendek yang didasarkan secara intituisi. Pemasangan ini merupakan pemasangan yang tidak sistematis sehingga hasil yang dihasilkan tidak optimal. Hasil awal yang digunakan pada 21 titik dengan menggunakan Q.S 3.0 maupun dengan perhitungan manual menggunakan algoritma kruskal adalah 2235 meter. Namun sayangnya dalam menggunakan Algoritma Semut memperoleh penyelesaian yang lebih optimal yaitu panjang lintasannya dalah 2461 meter. Walaupun terjandi perbedaan jarak yang sangat besar, namun dari segi penghematan waktu, dengan menggunakan algoritma semut perhitungan lebih cepat.

Pertumbuhan kehidupan ekonomi masyarakat yang pesat saat ini, dimana masyarakat dihadapkan pada kecanggihan teknologi yang mendorong manusia untuk berusaha mendapatkan informasi yang lebih cepat, mudah, dan akurat. Hal ini tidak hanya berlaku bagi negara maju saja, namun bagi negara-negara yang sedang berkembang misalnya Indonesaia pun jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan. Dengan kata lain bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh tidak harus sejalan dengan pembangunan sarana komunikasinya.
Pembangunan jaringan yang dilakukan sekaarang ini mencakup dimensi yang cukup besar, baik ditinjau dari segi jumlah sarana maupun dari segi jangkauan geografis pembangunannya. Dalam rangka mencapai keberhasilan pembangunan tersebut, perlu adanya rancangan yang menyeluruh sebagai pedoman atau acuan teknik bagi perencanaan pembangunan dan operasi jaringan nasional.
Namun dalam pemenuhan sarana komunikasi tersebut banyak terhambat oleh keterbatasan jaringan kabel yang menjadi prioritas pembangaunan jaringan saat ini. Keterbatasan ini sering disebabkan oleh keadaan lingkungan dan letak geografis suatu daerah yang mengakibatkan penarikan kabel membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama. Kondisi suatu kota dengan tingkat kepadatan penduduk, bangunan, dan jalan-jalan raya serta keadaan berupa hutan, lautan, pegunungan dan sebagainya merupakan kendala utama dalam pemasangan kabel yang berkaitan dengan instansi yang terkait dan biaya pemasangan yang mahal.
Untuk itu PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang menyelenggarakan pembangunan sarana komunikasi di Indonesia dituntut untuk mencari solusi dari permasalahan diatas. PT. Telekomunikasi Indonesia telah mencoba membuat jaringan pemasangan dengan jarak yang minimum dari rumah kabel (RK) ke distributor pembagi (DP), sehingga dapat mengurangi biaya pemasangan jaringan tersebut. Sehingga biaya yang dibebankan kepada pelanggan tidak terlalu mahal.
Salah satu cara untuk meminimalkan biaya pemasangan adalah dengan cara pembuatan lintasan atau rute pemasangan jaringan telepon terpendek, dalam hal ini tipe yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode Minimum Spanning tree. PT. Telekomunikasi Indonesia telah menggunakan teknik pemasangan dengan analisis lintasan terpendek dalam pemasangan jaringan kabel telepon, tetapi analisa yang telah dilakukan tidak terdsain dengan sistematis sehingga terdapat lintasan/rute pendek lainnya yang terabaikan.
Penyelesaian dengan metode Minimum Spanning tree akan menghasilkan total lintasan pemasangan kabel terpendek. Kelemahan metode ini adalah pada lama waktu perhitungan, dan keakuratan hasil karena dikerjakan secara manual dari titik satu ke titik lainnya. Untuk itu kasus Minimum Spanning tree ini akan di coba diselesaikan dengan perangkat lunak yang melibatkan algoritma semut (Ant Coloni).